Thursday, 11 October 2012

Menggabungkan file mp3
Tadi pagi saya download file mp3 melalui youtube filenya berisi ceramah Aa Gym. Nah file ceramah itu ternyata lebih dari satu, terpikir bagaimana menggabungkan file-file tersebut menjadi satu file mp3.
Kalo file video bisa digabungkan dengan "Hjsplit" maka untuk menggabungkan file mp3 suara cukup dengan perintah di command prompt.
cukup ketikkan : Type nama file1 nama file2 nama file"n" > output.mp3
contoh.
Coba masuk ke command prompt
- Klik Start - Run
- Ketik cmd - [OK]
- Masuk ke direktori tempat file yang akan dirubah misal dalam contoh C:\Download kemudian ketikkan Type namafile1 namafile2 dst > Outputfile
Dalam contoh :
Type Jangan_Tertipu1.mp3 Jangan_Tertipu2.mp3 Jangan_Tertipu3.mp3 > Jangan_Tertipu.mp3
Hasil yang didapat adalah file Jangan_Tertipu.mp3 yang merupakan gabungan ketiga file mp3.
Coba lihat hasilnya:
Selamat mencoba!
Tuesday, 2 October 2012
"GO TO HELL WITH YOUR AID" - Sukarno
Indonesia 1960-an termasuk negara yang tidak disukai oleh blok Barat pimpinan Amerika Serikat (AS). Di era Perang Dingin itu konflik utama dunia terjadi antara Kapitalis (dipimpin AS) melawan Komunis (RRT dan Uni Soviet). AS sedang bersiap-siap mengirim ratusan ribu pasukan untuk menghabisi komunis di Korea Utara. Sementara di Indonesia Partai Komunis (PKI) merupakan partai legal. Saat kebencian AS terhadapIndonesia memuncak dengan menghentikan bantuan, Presiden Soekarno menyambutnya dengan pernyataan keras:
"Go to hell with your aid"
Sebagai pemimpin negara yang relatif baru lahir, Presiden Soekarno menerapkan kebijakan berani:
Berdiri pada kaki sendiri. Dasar sikap Soekarno itu jelas: Alam Indonesia kaya raya. Minyak di Sumatera dan Sulawesi, hutan maha lebat di Kalimantan , emas di Irian, serta ribuan pulau yang belum terdeteksi kandungannya. Semua itu belum mampu dieksplorasi oleh bangsa kita. Kekayaan alam ini dilengkapi dengan lebih dari 100 juta penduduk pada masa itu yang merupakan pasar potensial, sehingga ada harapan sangat besar bahwa pada suatu saat Indonesia akan makmur tanpa bantuan Barat.
Ini pula yang mengilhami sikap konfrontatif Bung Karno: Ganyang Nekolim (neo-kolonialisme & imperialisme). Bung Karno menyatakan,Indonesia hanya butuh pemuda bersemangat untuk menjadi bangsa yang besar.
Sekarang 50 tahun setelah pernyataan keras Bung Karno, kita sekarang seolah merengek akan bantuan asing karena sumber daya alam kita sebagian sudah dikuasai asing. Kita seolah seperti orang asing di negeri sendiri, rakyat miskin merasakan mahalnya hidup di Indonesia.
Bantuan yang ditawarkan ke Indonesia setelah krisis ekonomi Asia 1997-1998, misalnya, ternyata malah meningkatkan angka kemiskinan secara signifikan. Untuk mendapatkan dana bantuan darurat, pemerintah Indonesia harus menyetujui privatisasi layanan publik, merestrukturisasi perbankan nasional, memangkas anggaran sosial dan mencabut subsidi BBM, listrik dan pangan. Kebijakan-kebijakan ini jelas tidak sesuai dengan kebutuhan dasar mayoritas rakyat Indonesia. Hasilnya, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan berlipat ganda dan upah riil selama periode itu jatuh sebanyak 30%, jutaan orang mengalami malnutrisi, kriminalitas meningkat tajam sebesar 1000%, 4,5 juta anak putus sekolah, dan belasan juta orang kehilangan pekerjaan.
Oleh karena itu, berdasarkan bukti-bukti yang ada, sesungguhnya apa yang dikatakan dengan bantuan atau utang luar negeri adalah suatu bentuk penipuan dari negara-negara donor atau lembaga-lembaga Internasional terhadap negara yang menerima bantuan.
Sarana-sarana Imperialisme Ekonomi
Sarana-sarana negara-negara kapitalis untuk melakukan imperialisme ekonomi antara lain :
1. Menyebarkan ide yang berkaitan dengan politik dan ekonomi
Di antara ide-ide ekonomi tersebut, adalah ide pembangunan ekonomi dan keadilan sosial, agar negara-negara yang baru saja lepas dari penjajahan militer dapat segera masuk ke perangkap penjajahan ekonomi Amerika. Sebab, pelaksanaan ide-ide itu jelas membutuhkan banyak dana. Maka dari itu, tertipulah negara-negara tersebut untuk segera mencari hutang luar negeri dan terjerumuslah mereka menjadi negara dengan hutang bertumpuk
2. Mengubah sistem mata uang dunia
Presiden Nixon pada tahun 1971 menghapuskan keterkaitan dolar dengan emas, sehingga dolar tak dapat dikonversi lagi menjadi emas. Maka dolar pun menguasai sistem mata uang dunia dan memaksa Jepang dan Jerman mendukung dolar, karena kedua negara tersebut mem- punyai cadangan emas sangat besar di dunia
3. Membentuk lembaga-lembaga ekonomi Internasional
Sejalan dengan ide-ide AS yang menyatakan bahwa politik polarisasi dan blok-blok internasional akan dapat menyulut perang-perang dunia, maka AS bertekad memantapkan prinsip-prinsip Tata Dunia Baru yang didasarkan pada pembentukan lembaga-lembaga internasional di bidang politik, ekonomi, kesehatan, peradilan, dan pendidikan. Maka lalu berperanlah PBB, Dewan Keamanan, IMF, Bank Dunia, Mahkamah Internasional, dan lembaga-lembaga dunia lainnya.
4. Membentuk blok-blok ekonomi, seperti NAFTA dan APEC
Blok-blok tersebut antara lain terdiri dari AS, Meksiko, Kanada, Australia, New Zealand, Jepang, Korea, dan Indonesia. Sementara itu di sisi lain ada pula Pasar Bersama Eropa yang beranggotakan negara-negara Eropa. Peran blok-blok ini untuk bersaing dalam hal dominasi dan perampasan ekonomi tak perlu dibuktikan lagi.
Di samping blok-blok itu, telah diselenggarakan pula berbagai konferensi internasional dan regional untuk mengokohkan dominasi Barat dan memaksakan format-format ekonomi Barat. Konferensi-konferensi seperti ini antara lain adalah kesepakatan GATT, yang berkaitan dengan tarif (bea masuk) dan tuntutan untuk menghapus segala tarif ini pada konferensi di Napoli (Italia) pada tahun 1994.
5. Merekayasa Berbagai Perang, Krisis, Kekacauan, dan Kerusuhan
Berbagai perang dan kerusuhan sengaja disulut oleh Barat di negeri-negeri Islam, seperti Perang Teluk I (perang Irak-Iran) dan Perang Teluk II yang dimaksudkan untuk menguasai minyak dan mencampuri urusan negeri lain dengan cara membangun pangkalan-pangkalan militer dan zona-zona kemananan di wilayah Irak Utara dan Selatan.
Negara-negara kapitalis juga mensponsori gerakan- gerakan separatis - seperti gerakan separatis Kurdi dan Sudan Selatan - dan perang saudara di Afghanistan. Tujuannya adalah untuk menyiksa bangsa-bangsa tersebut, merampok harta kekayaannya, dan memeratakan kemelaratan dan kerusakan.
Baca Juga :
Soekarno : Beri aku 10 Pemuda
Monday, 1 October 2012
Mencicipi lezatnya JarCake
JarCake berasal dari kata jar yaitu toples buat selai dan cake artinya kue. Jadi jarcake seperti halnya cakelainnya hanya disajikan dalam toples yang bisa ;angsung dinikmati dengan menggunakan sendok.
Nah kali ini jarcake yang dicicipi dibuat oleh The Dream's Cake yang berlokasi di Bandung.
Ada beberapa varian Jarcake dari The Dream's Cake ini diantaranya Redvelvet. Bluevelvet, Greentea Jarcake dan Vanilla Milk Rainbow.
Untuk Redvelvet beraroma cokelat dan vanila diberi cairan beetroot supaya berwarna merah dan ditambahkan sedikit food coloring dan teksturnya menggunakan creamcheese.
Bluevelvet beraroma mint dilayering menggunakan cream yang fluffy.
Greentea Jarcake beraroma rasa greentea yang dilayering menggunakan greentea dan cheesecream.
Vanilla Milk Rainbow dengan rasa vanilla dan susu ini berpenampilan cantik dengan organic food coloring seperti merah, hijau, biru, kuning dan ungu. Kemudian dilayering dengan white chocolate cream.
Bagi yang ingin mencobanya harganya cukup koq sesuai dengan rasanya mulai 27 ribu saja. Bisa di pesan di PIN BB 297B2AA3 harga diluar ongkir ya...(Harga bisa berubah sewaktu - waktu )
Excel Tidak Dapat Insert Row
Yang harus dilakukan sesuai dengan isi pesan tersebut adalah coba hapus baris terakhir setelah data hingga hingga baris terakhir.
Contoh pada gambar dibawah Baris terakhir setelah data adalah baris 32, coba hapus baris 32 hingga baris terakhir, Pada Excel 2007 baris terakhir adalah 1048548.
Semoga bermanfaat, selamat mencoba!
Subscribe to:
Posts (Atom)
